Kami menyediakan 2 paket pilihan yang dapat anda pilih sesuai keinginan anda, adapun rincian paket tersebut ialah :
PAKET A
1. Perorang Rp 550.000,-
2. Berziarah kesemua Makam
3. Mengunjungi 2 tempat wisata pilihan
4. Perjalanan dilakukan selama 6 hari
5. Dokumentasi
6. Dll
PAKET B
1. Perorang Rp. 750.000,-
2. Berziarah kesemua Makam
3. Mengunjungi 3 tempat Wisata
4. Perjalanan dilakukan selama 7 hari
5. Disediakan Penginapan
6. Dokumentasi
7. Dll
Tempat Pendaftaran :
Jl. Jamrud No. 17 Rt. 06 Kelurahan Pasar Pagi ( Belakang Mall Mesra Indah ), Samarinda, Kalimantan Timur
Jl. Siti Aisyah, Blok 16, Rt. 06, No. 42, Kelurahan Teluk Lerong, Samarinda, Kalimantan Timur
Contact Person :
• 085246979721
• 08134636531
Keramahan serta Ketulusan adalah motto utama kami
apa aja yg pengen gua tulis y....gua tulis deh di sini, so bisa dilihat ndiri kn gmna blog gue.....
Selasa, 14 Desember 2010
TOUR & ZIARAH
MAKAM ULAMA BANJAR DAN WISATA PILIHAN KALIMANTAN SELATAN
Kalimantan Selatan merupakan salah satu Provinsi yang didalamnya bertaburan ulama-ulama terkenal, diantaranya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, KH. Muhammad Zaini abdul Ghani ( guru izai ), Syekh Zainal Ilmi, Syekh Kasful Anwar, dan masih banyak lagi yang lainnya. Yang kemasyhurannya begitu mengharumkan nama Kalimantan Selatan baik ketika beliau-beliau masih hidup maupun ketika beliau-beliau telah meninggal dunia.
Disampaing memiliki Ulama-Ulama yang Alim, Kalimantan Selatan juga memiliki berbagi Objek wisata yang tak diragukan lagi keunikan serta keindahannya, diantaranya Pasar Terapung yang dimana pasar tersebut terjadi diatas sungai, Pulau kembang yaitu suatu pulau yang dimana terdapat begitu banyak monyet, Tambak merupakan suatu tempat yang dimana terdapat sebuah tempat makan yang digelar di atas air, dan masih banyak lagi tempat-tempat lain yang tak kalah unik serta indahnya.
Kami dari Tour & Ziarah memberikan peluang serta menyediakan jasa kepada anda untuk dapat berziarah serta bersilaturahmi ke tempat-tempat tersebut. Kami akan memfasilitasi transportasi serta mengakomodasi perjalanan anda, serta memberikan pelayanan terbaik kepada anda dengan harga yang terjangkau.
Adapun rute wisata yang kami sediakan adalah :
RUTE ZIARAH
• Makam Syekh Muhammad arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan )
• Makam Syekh Zaini Abdul Ghani
• Makam Syekh Zaini Ilmi
• Makam Syekh Semman Mulia
• Makam Syekh Semman Jalil
• Makam Syekh Kasful Anwar
• Makam Syekh Husin Kadri
• Makam Syekh Sya’rani
• Makam Habib Basirih
• Makam Pengeran Suryansyah
• Makam Taniran
• Makam Wali Katum
• Makam Durunnapis
• Makam Wali Madnoor Takisung
• Makam Datu Sanggul
• Makam Datu Suban
• Makam Datu Abulung
• Makam Datu Nuraya ( Makam Terpanjang )
• Makam Datu Buat ( Istri Datu Kelampayan )
• Makam Kedua orang tua Syekh Muhammad Arsyad
RUTE WISATA PILIHAN
• Pasar Terapung
• Pulau Kembang ( Pulau Monyet )
• Bendungan Riam Kanan ( Pulau Pinus )
• Jembatan Barito
• Pagat ( Batu Benawa )
• Tambak ( Makan-makan di atas air )
• Loksado
• Candi Agung
• Pantai Takisung
• Pantai Pagatan
• Silaturrahmi guru-guru spiritual
Dan adapun tentang informasi pemesanan serta contact personnya silahkan klik disini.
Sabtu, 04 Desember 2010
Biografi beberapa Imam-Imam hadits
BIOGRAFI IMAM ABU DAUD
• Menurut Abdurrahman bin Abi Hatim, bahwa nama Abu Daud adalah Sulaiman bin al Asy’ats bin Syadad bin ‘Amru bin ‘Amir.
• Menurut Muhammad bin Abdul ‘Aziz Al Hasyimi; Sulaiman bin al Asy’ats bin Basyar bin Syadad.
• Tanggal lahir
Beliau dilahirkan pada tahun 202 H. disandarkan kepada keterangan dari murid beliau, Abu Ubaid Al Ajuri ketika beliau wafat, dia berkata: aku mendengar Abu Daud berkata : Aku dilahirkan pada tahun 202 Hijriah”
• Aktifitas beliau dalam menimba ilmu
Beliau semenjak kecil memiliki keahlian untuk menimba ilmu yang bermanfaat. Semua itu ditunjang dengan adanya keutamaan yang telah di anugerahkan Allah kepadanya berupa kecerdasan, kepandaian dan kejeniusan, disamping itu juga adanya masyarakat sekelilingnya yang mempunyai andil besar dalam menimba ilmu. Dia semenjak kecil memfokuskan diri untuk belajar ilmu hadits, maka kesempatan itu dia gunakan untuk mendengarkan hadits di negrinya Sijistan dan sekitarnya. Kemudian dia memulai rihlah ilmiahnya ketika menginjak umur delapan belas tahun. Dia merupakan sosok ulama yang sering berkeliling mencari hadits ke berbagai belahan negri Islam, banyak mendengar hadits dari berbagai ulama, maka tak heran jika dia dapat menulis dan menghafal hadits dengan jumlah besar yaitu setengah juta atau bahkan lebih dari itu. Hal ini merupakan modal besar bagi berbagai karya tulis beliau yang tersebar setelah itu keberbagai pelosok negri islam, dan menjadi sandaran dalam perkembangan keilmuan baik hadits maupun disiplin ilmu lainnya.Rihlah beliau Iman Abu Daud adalah salah satu Iman yang sering berkeliling mencari hadits ke negri-negri Islam yang ditempati para Kibarul Muhadditsin, beliau mencontoh para syaikhnya terdahulu dalam rangka menuntut ilmu dan mengejar hadits yang tersebar di berbagai daerah yang berada di dada orang-orang tsiqat dan Amanah. Dengan motivasi dan semangat yang tinggi serta kecintaan beliau sejak kecil terhadap ilmu-ilmu hadits, maka beliau mengadakan perjalanan (Rihlah) dalam mencari ilmu sebelum genap berusia 18 tahun.
Adapun negri-negri islam yang beliau kunjungi diantaranya adalah;
1. Iraq; Baghdad merupakan daerah islam yang pertama kali beliau masuki, yaitu pada tahun 220 hijriah
2. Kufah; beliau kunjungi pada tahun 221 hijriah.
3. Bashrah; beliau tinggal disana dan banyak mendengar hadits di sana, kemudian keluar dari sana dan kembali lagi setelah itu.
4. Hijaz; mendengar hadits dari penduduk Makkah, kemungkinan besar saat itu perjalanan beliau ketika hendak menunaikan ibadah haji.
5. Mesir
6. Khurasan; Naisabur dan Harrah, dan mendengar hadits dari penduduk Baghlan.
7. Ar Ray
8. Sijistan; tempat tinggal asal beliau, kelaur dari sana kemudian kembali lagi, kemudian keluar menuju ke Bashrah.
• Guru-guru beliau
Di antara guru beliau yang terdapat di dalam sunannya diantaranya adalah
Ahmad bin Muhammmad bin Hanbal as Syaibani al Bagdadi, Yahya bin Ma’in Abu Zakariya, Ishaq binIbrahin bin Rahuyah abu ya’qub al Hanzhali, Utsman bin Muhammad bin abi Syaibah abu al Hasan al Abasi al Kufi, Muslim bin Ibrahim al Azdi, Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab al Qa’nabi al Harits al Madani, Musaddad bin Musarhad bin Musarbal, Musa bin Ismail at Tamimi, Muhammad bin Basar, Zuhair bin Harbi (Abu Khaitsamah) Dan masih banyak yang lainnya .
• Murid-murid beliau
Diantara murid-murid beliau, antara lain Imam Abu ‘Isa at Tirmidzi, Imam Nasa’i, Abu Ubaid Al Ajuri, Abu Thayyib Ahmad bin Ibrahim Al Baghdadi (Perawi sunan Abi Daud dari beliau), Abu ‘Amru Ahmad bin Ali Al Bashri (perawi kitab sunan dari beliau), Abu Bakar Ahmad bin Muhammad Al Khallal Al Faqih, Isma’il bin Muhammad Ash Shafar, Abu Bakr bin Abi Daud (anak beliau), Zakaria bin Yahya As Saaji.
• Hasil karya beliau
Adapun hasil karya beliau yang sampai kepada kita adalah As Sunan, Al marasil, Al Masa’il, Ijabaatuhu ‘an su’alaati Abi ‘Ubaid al Ajuri, Risalatuhu ila ahli Makkah, Tasmiyyatu al Ikhwah alladziina rowaa ‘anhum al hadits, Kitab az zuhd.
• Wafatnya beliau
Abu ‘Ubaid al Ajuri menuturkan; ‘Imam abu daud meninggal pada hari jum’at tanggal 16 bulan syawwal tahun 275 hijriah, berumur 73 tahun. Beliau meninggal di Busrah. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatNya dan meridlai beliau
BIOGRAFI IMAM TIRMIDZI
Nama lengkapnya adalah Imam al-Hafidz Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhak As-Sulami at-Tirmidzi, salah seorang ahli hadits kenamaan, dan pengarang berbagai kitab yang masyur lahir pada 209 H di kota Tirmiz.
Nasab beliau:
1. As Sulami; yaitu nisbah kepada satu kabilah yang yang di jadikan sebagai afiliasi beliau, dan nisbah ini merupakan nisbah kearaban
2. At Tirmidzi; nisbah kepada negri tempat beliau di lahirkan (Tirmidz), yaitu satu kota yang terletak di arah selatan dari sungai Jaihun, bagian selatan Iran.
Perkembangan dan Perjalanannya
Kakek Abu ‘Isa at-Tirmidzi berkebangsaan Mirwaz, kemudian pindah ke Tirmiz dan menetap di sana. Di kota inilah cucunya bernama Abu ‘Isa dilahirkan. Semenjak kecilnya Abu ‘Isa sudah gemar mempelajari ilmu dan mencari hadits. Untuk keperluan inilah ia mengembara ke berbagai negeri: Hijaz, Irak, Khurasan dan lain-lain.Dalam perlawatannya itu ia banyak mengunjungi ulama-ulama besar dan guru-guru hadits untuk mendengar hadits yang kem dihafal dan dicatatnya dengan baik di perjalanan atau ketika tiba di suatu tempat. Ia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan tanpa menggunakannya dengan seorang guru di perjalanan menuju Makkah. Kisah ini akan diuraikan lebih lanjut.
Setelah menjalani perjalanan panjang untuk belajar, mencatat, berdiskusi dan tukar pikiran serta mengarang, ia pada akhir kehidupannya mendapat musibah kebutaan, dan beberapa tahun lamanya ia hidup sebagai tuna netra; dalam keadaan seperti inilah akhirnya at-Tirmidzi meninggal dunia. Ia wafat di Tirmiz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H dalam usia 70 tahun.Setelah pengembaraannya, imam At Tirmidzi kembali ke negrinya, kemudian beliau masuk Bukhara dan Naisapur, dan beliau tinggal di Bukhara beberapa saat. Negri-negri yang pernah beliau masuki adalah Khurasan, Bashrah, Kufah, Wasith, Baghdad, Makkah, Madinah, Ar Ray
Guru-guru beliau
Imam at Tirmidzi menuntut ilmu dan meriwayatkan hadits dari ulama-ulama kenamaan.Di antara mereka adalah Qutaibah bin Sa’id, Ishaq bin Rahuyah, Muhammad bin ‘Amru As Sawwaq al Balkhi, Mahmud bin Ghailan, Isma’il bin Musa al Fazari, Ahmad bin Mani’, Abu Mush’ab Az Zuhri, Basyr bin Mu’adz al Aqadi, Al Hasan bin Ahmad bin Abi Syu’aib, Abi ‘Ammar Al Husain bin Harits, Abdullah bin Mu’awiyyah al Jumahi, Muhammad bin Humaid Ar Razi, Muhammad bin ‘Abdul A’la, Muhammad bin Rafi’, Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, Dan yang lainnya
Murid-murid beliau
Kumpulan hadits dan ilmu-ilmu yang di miliki imam Tirmidzi banyak yang meriwayatkan, diantaranya adalah Abu Bakr Ahmad bin Isma’il As Samarqandi, Abu Hamid Abdullah bin Daud Al Marwazi, Ahmad bin ‘Ali bin Hasnuyah al Muqri, Ahmad bin Yusuf An Nasafi, Ahmad bin Hamduyah an Nasafi, Al Husain bin Yusuf Al Farabri, Hammad bin Syair Al Warraq, Daud bin Nashr bin Suhail Al Bazdawi, Ar Rabi’ bin Hayyan Al Bahili, Abdullah bin Nashr saudara Al Bazdawi, Abd bin Muhammad bin Mahmud An Safi dan yang lainnya.
Persaksian para ulama terhadap beliau
Persaksian para ulama terhadap keilmuan dan kecerdasan imam Tirmidzi sangatlah banyak, diantaranya adalah:
1. Imam Bukhari berkata kepada imam At Tirmidzi; “ilmu yang aku ambil manfaatnya darimu itu lebih banyak ketimbang ilmu yang engkau ambil manfaatnya dariku.”
2. Al Hafiz ‘Umar bin ‘Alak menuturkan; “Bukhari meninggal, dan dia tidak meninggalkan di Khurasan orang yang seperti Abu ‘Isa dalam hal ilmu, hafalan, wara’ dan zuhud.”
3. Ibnu Hibban menuturkan; “Abu ‘Isa adalah sosok ulama yang mengumpulkan hadits, membukukan, menghafal dan mengadakan diskusi dalam hal hadits.”
4. Abu Ya’la al Khalili menuturkan; “Muhammad bin ‘Isa at Tirmidzi adalah seorang yang tsiqah menurut kesepatan para ulama, terkenal dengan amanah dandan keilmuannya.”
5. Al Mubarak bin al Atsram menuturkan; “Imam Tirmidzi merupakan salah seorang imam
hafizh dan tokoh.”
Hasil karya beliau
Di antara hasil karya beliau yang sampai kepada kita adalah Kitab Al Jami’(terkenal dengan sebutan Sunan at Tirmidzi), Kitab Al ‘Ilal, Kitab Asy Syama’il an Nabawiyyah, Kitab Tasmiyyatu ashhabi rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun karangan beliau yang tidak sampai kepada kita adalah Kitab At-Tarikh, Kitab Az Zuhd, Kitab Al Asma’ wa al kuna.
Wafatnya beliau
Di akhir kehidupannya, imam at Tirmidzi mengalami kebutaan, beberapa tahun beliau hidup sebagai tuna netra, setelah itu imam atTirmidzi meninggal dunia. Beliau wafat di Tirmidz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H bertepatan dengan 8 Oktober 892, dalam usia beliau pada saat itu 70 tahun.
BIOGRAFI IMAM NASA’I
Nama lengkap Imam al-Nasa’i adalah Abu Abd al-Rahman Ahmad bin Ali bin Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahr al-khurasani al-Qadi. Lahir di daerah Nasa’ pada tahun 215 H.
Ada juga sementara ulama yang mengatakan bahwa beliau lahir pada tahun 214 H. Beliau dinisbahkan kepada daerah Nasa’ (al-Nasa’i), daerah yang menjadi saksi bisu kelahiran seorang ahli hadis kaliber dunia. Beliau berhasil menyusun sebuah kitab monumental dalam kajian hadis, yakni al-Mujtaba’ yang di kemudian hari kondang dengan sebutan Sunan al-Nasa’i.
Pengembaraan intelektual
Pada awalnya, beliau tumbuh dan berkembang di daerah Nasa’. Beliau berhasil menghafal al-Qur’an di Madrasah yang ada di desa kelahirannya. Beliau juga banyak menyerap berbagai disiplin ilmu keagamaan dari para ulama di daerahnya. Saat remaja, seiring dengan peningkatan kapasitas intelektualnya, beliaupun mulai gemar melakukan lawatan ilmiah ke berbagai penjuru dunia. Apalagi kalau bukan untuk guna memburu ilmu-ilmu keagamaan, terutama disiplin hadis dan ilmu Hadis.Belum genap usia 15 tahun, beliau sudah melakukan mengembar ke berbagai wilayah Islam, seperti Mesir, Hijaz, Iraq, Syam, Khurasan, dan lain sebagainya. Sebenarnya, lawatan intelektual yang demikian, bahkan dilakukan pada usia dini, bukan merupakan hal yang aneh dikalangan para Imam Hadis. Semua imam hadis, terutama enam imam hadis, yang biografinya banyak kita ketahui, sudah gemar melakukan perlawatan ilmiah ke berbagai wilayah Islam semenjak usia dini. Dan itu merupakan ciri khas ulama-ulama hadis, termasuk Imam al-Nasa’i.
Kemampuan intelektual Imam al-Nasa’i menjadi kian matang dan berisi dalam masa pengembaraannya. Namun demikian, awal proses pembelajarannya di daerah Nasa’ tidak bisa dikesampingkan begitu saja, karena justru di daerah inilah, beliau mengalami proses pembentukan intelektual, sementara masa pengembaraannya dinilai sebagai proses pematangan dan perluasan pengetahuan. Di antara negri yang beliau kunjungi adalah Iraq; Baghdad, Kufah, Bashrah, Haran, Maushil, Syam, Hijaz, Mesir
Guru dan murid
Seperti para pendahulunya: Imam al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan Imam al-Tirmidzi, Imam al-Nasa’i juga tercatat mempunyai banyak pengajar dan murid. Para guru beliau yang nama harumnya tercatat oleh pena sejarah antara lain; Qutaibah bin Sa’id, Ishaq bin Ibrahim, Ishaq bin Rahawaih, al-Harits bin Miskin, Ali bin Kasyram, Imam Abu Dawud (penyusun Sunan Abi Dawud), serta Imam Abu Isa al-Tirmidzi (penyusun al-Jami’/Sunan al-Tirmidzi).
Sementara murid-murid yang setia mendengarkan fatwa-fatwa dan ceramah-ceramah beliau, antara lain; Abu al-Qasim al-Thabarani (pengarang tiga buku kitab Mu’jam), Abu Ja’far al-Thahawi, al-Hasan bin al-Khadir al-Suyuti, Muhammad bin Muawiyah bin al-Ahmar al-Andalusi, Abu Nashr al-Dalaby, dan Abu Bakrbin Ahmad al-Sunni. Nama yang disebut terakhir, disamping sebagai murid juga tercatat sebagai “penyambung lidah” Imam al-Nasa’i dalam meriwayatkan kitab Sunan al-Nasa’i.
Hasil karya beliau
Imam Nasa`i mempunyai beberapa hasil karya, diantaranya adalah As Sunan Ash Shughra, As Sunan Al Kubra, Al Kuna, Khasha`isu ‘Ali, ‘Amalu Al Yaum wa Al Lailah, At Tafsir, Adl Dlu’afa wa al Matrukin, Tasmiyatu Fuqaha`i Al Amshar, Tasmiyatu man lam yarwi ‘anhu ghaira rajulin wahid, Dzikru man haddatsa ‘anhu Ibnu Abi Arubah, Musnad ‘Ali bin Abi Thalib, Musnad Hadits Malik, Asma`u ar ruwah wa at tamyiz bainahum, Al Ikhwah, Al Ighrab, Musnad Manshur bin Zadzan, Al Jarhu wa ta’dil
Persaksian para ulama terhadap beliau
Dari kalangan ulama seperiode beliau dan murid-muridnya banyak yang memberikan pujian dan sanjungan kepada beliau, diantara mereka yang memberikan pujian kepada beliau adalah;
1. Abu ‘Ali An Naisaburi menuturkan; ‘beliau adalah tergolong dari kalangan imam kaum muslimin.’ Sekali waktu dia menuturkan; beliau adalah imam dalam bidang hadits dengan tidak ada pertentangan.’
2. Abu Bakr Al Haddad Asy Syafi’I menuturkan; ‘aku ridla dia sebagai hujjah antara aku dengan Allah Ta’ala.’
3. Manshur bin Isma’il dan At Thahawi menuturkan; ‘beliau adalah salah seorang imam kaum muslimin.’
4. Abu Sa’id bin yunus menuturkan; ‘ beliau adalah seorang imam dalam bidang hadits, tsiqah, tsabat dan hafizh.’
5. Al Qasim Al Muththarriz menuturkan; ‘beliau adalah seorang imam, atau berhak mendapat gelar imam.’
Tutup Usia
Setahun menjelang kemangkatannya, beliau pindah dari Mesir ke Damsyik. Dan tampaknya tidak ada konsensus ulama tentang tempat meninggal beliau. Al-Daruqutni mengatakan, beliau di Makkah dan dikebumikan diantara Shafa dan Marwah. Pendapat yang senada dikemukakan oleh Abdullah bin Mandah dari Hamzah al-’Uqbi al-Mishri. Sementara ulama yang lain, seperti Imam al-Dzahabi, menolak pendapat tersebut. Ia mengatakan, Imam al-Nasa’i meninggal di Ramlah, suatu daerah di Palestina. Pendapat ini didukung oleh Ibn Yunus, Abu Ja’far al-Thahawi (murid al-Nasa’i) dan Abu Bakar al-Naqatah. Menurut pandangan terakhir ini, Imam al-Nasa’i meninggal pada tahun 303 H dan dikebumikan di Bait al-Maqdis, Palestina. Inna lillah wa Inna Ilai Rajiun. Semoga jerih payahnya dalam mengemban wasiat Rasullullah guna menyebarluaskan hadis mendapatkan balasan yang setimpal di sisi Allah. Amiiin.
BIOGRAFI IMAM IBNU MAJAH
Nama beliau adalah Muhammad bin Yazid bin Mâjah al Qazwînî. Ibnu Majah menuturkan tentang dirinya; “aku dilahirkan pada tahun 209 hijirah. Referensi-referensi yang ada tidak memberikan ketetapan yang pasti, di mana Ibnu Majah di lahirkan, akan tetapi masa pertumbuhan beliau berada di Qazwin. Maka bisa jadi Qazwin merupakan tempat tinggal beliau.
o Aktifitas beliau dalam menimba ilmu
Ibnu majah memulai aktifitas menuntut ilmunya di negri tempat tinggalnya Qazwin. Akan tetapi sekali lagi referensi-referensi yang ada sementara tidak menyebutkan kapan beliau memulai menuntut ilmunya. Di Qazwin beliau berguru kepada Ali bin Muhammad at Thanafusi, dia adalah seorang yang tsiqah, berwibawa dan banyak meriwayatkan hadits. Maka Ibnu Majah tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia memperbanyak mendengar dan berguru kepadanya. Ath Thanafusi meninggal pada tahun 233 hijriah, ketika itu Ibnu Majah berumur sekitar 24 tahun. Maka bisa di tarik kesimpulan bahwa permulaan Ibnu Majah menuntut ilmu adalah ketika dia berumur dua puluh tahunan. Negeri yang di kunjunginya adalah Naisabur, Ar Ray, Baghdad, Kufah, Wasith Bashrah, Makkah, Madinah, damasqus, Himsh, Mesir
o Guru-guru beliau
Ibnu Majah sama dengan ulama-ulama pengumpul hadits lainnya, beliau mempunyai guru yang sangat banyak sekali. Diantara guru beliau adalah ‘Ali bin Muhammad ath Thanâfusî, Jabbarah bin AL Mughallas, Mush’ab bin ‘Abdullah az Zubair, Suwaid bin Sa’îd, Abdullâh bin Muawiyah al Jumahî, Muhammad bin Ramh, Ibrahîm bin Mundzir al Hizâmi, Muhammad bin Abdullah bin Numair, Abu Bakr bin Abi Syaibah, Hisyam bin ‘Ammar, Abu Sa’id Al Asya, dan yang lainnya.
o Murid-murid beliau
Keluasan ‘ilmu Ibnu Majah membuat para penuntut ilmu yang haus akan ilmu berkeliling dalam majlis yang beliau dirikan. Maka sangat banyak sekali murid yang mengambil ilmu darinya, diantara mereka adalah Muhammad bin ‘Isa al Abharî, Abu Thayyib Ahmad al Baghdadî, Sulaiman bin Yazid al Fami, ‘Ali bin Ibrahim al Qaththan, Ishaq bin Muhammad, Muhammad bin ‘Isa ash Shiffar, ‘Ali bin Sa’îd al ‘Askari, Ibnu Sibuyah, Wajdî Ahmad bin Ibrahîm, dan yang lainnya.
o Persaksian para ulama terhadap beliau
1. Al HafizhAl Khalili menuturkan; “(Ibnu Majah) adalah seorang yang tsiqah kabir, muttafaq ‘alaih, dapat di jadikan sebagai hujjah, memiliki pengetahuan yang mendalam dalam masalah hadits, dan hafalan.”
2. Al Hafizh Adz Dzahabi menuturkan; “(Ibnu Majah) adalah seorang hafizh yang agung, hujjah dan ahli tafsir.
3. Al Mizzi menuturkan; “(Ibnu Majah) adalah seorang hafizh, pemilik kitab as sunan dan beberapa hasil karya yang bermanfa’at.”
o Hasil karya beliau
Ibnu Majah adalah seorang ulama penyusun buku, dan hasil karya beliau cukuplah banyak. Akan tetapi sangat di sayangkan, bahwa buku-buku tersebut tidak sampai ke kita. Adapun diantara hasil karya beliau yang dapat di ketahui sekarang ini adalah Kitab as-Sunan yang masyhur, Tafsîr al Qurân al Karîm, Kitab at Tarîkh yang berisi sejarah mulai dari masa ash-Shahâbah sampai masa beliau.Wafatnya beliau Beliau meninggal pada hari senin, tanggal duapuluh satu ramadlan tahun dua ratus tujuh puluh tiga hijriah. Di kuburkan esok harinya pada hari selasa. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan keridlaan-Nya kepada beliau.
Senin, 02 Agustus 2010
ilmu kalam 3
H. SEJARAH MUNCULNYA ILMU KALAM & ALIRANNYA
Di awali oleh persoalan politik yaitu terbunuhnya khalifah ke-3 (utsman) oleh kaum pemberontak dari Mesir yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba’ / “Abu Sauda”, Utsman tewas, melahirkan konsep permasalahan “Apakah tetap beriman / telah kafir, pelaku pembunuh Utsman itu dan atau pelaku dosa (dzolim itu)”? Konsep kafir mukmin melahirkan mazhab ilmu Kalam.dan di antara mazhab-mazhab tersebut adalah :
a.Khawarij
Aliran yang keluar dari barisan ‘Ali setelah arbitrase / majlis tahkim. Karena tidak puas dengan hasil arbtrase, maka mereka keluar dari barisan ‘Ali. Pemimpin ‘Abdullah bin Wahab ar Rosyidi. Dan ia tewas dipertempuran Nahrowan.
Tentang dosa besar menurut mereka “Orang berdosa besar adalah kafir dalam arti keluar dari Islam dna murtad maka ia wajib di bunuh.
b.Mazhab Murji’ah (Menunda)
Maksudnya menunda urusan tentang pelaku dosa besar sampai di akhirat. Tentang tokoh pendirinya, sulit dilacak. Diperkirakan mereka para muhaditsin dan para sahabat yang berpendirian demikian antara lain Abdullah ibnu umar (10 SH- 73 H). Mereka berpendapat Bahwa orang yang berbuat dosa besar tetap masih mukmin dan bukan kafir. Adapun soal dosa yang diperlukan terserah pada Allah untuk mengampuni / tidak mengampuni.
c.Mu’tazilah
Nama “Mu’tazilah” bukan ciptaan orang-orang mu’tazilah sendiri, tetapi diberikan oleh orang-orang lain. Orang-orang Mu’tazilah menamakan diri mereka “Ahli Keadilan & Ke-Esaan” (Ahlul adli wat tauhid). Nama “Mu’tazilah” diberian karena :
•Orang-orang Mu’tazilah menyalahi pendapat sebagian umat, karena mereka (orang-orang Mu’tazilah) mengatakan bahwa orang fasik, yaitu orang yang melakukan dosa besar, tidak mukmin dan tidak pula kafir.
•Wasil bin Atho’, pendiri aliran Mu’tazilah, berbeda pendapat dengan gurunya, yaitu Hasan Basri, dalam soal tersebut di atas, yang karenanya ia memisahkan diri dari pelajaran yang diajarkan gurunya & berdiri sendiri, kemudian mendapat pengikut banyak. Kemudian Hasan Basri berkata : “Wasil t elah memisahkan diri dari kami”. Sejak saat itu maka Wasil dan teman-temannya disebut golongan yang memisahkan diri”(Mu’tazilah).
Pendirinya wasil bin atho’ pendapatnya orang berdosa besar bukan kafir. Tetapi bukan pula mukmin. Orang semacam ini menurut mereka orang yang mengambil posisi antara 2 posisi.
d.Mazhab Ahlussunnah (Asy ‘ Ariyah)
Pendiri Abu Hasan Asy- Ary (260 – 324 H) “lebih kurang 600 = Masehi “ dia menentang Mazhab Mu’tazilah. Menurutnya “ Tidak mungkin orang berbuat dosa besar tidak mukmin, tidak kafir maka dirinya tidak kafir/ iman”.
Menurutnya,” Mukmin yang melakukan dosa besar bila wafat tanpa bertobat maka orang itu diampuni dosanya oleh Allah sehingga diakhirat orang itu langsung masuk syurga dan mungkin pula tidak diampuni maka ia dimasukan kedalam neraka dahulu baru masuk syurga.
“Berdasarkan hadits”.
e.Aliran Jabariyah
Menurut Jabariyah “Manusia tidak memiliki kebebasan / kemerdekaan dalam kehendak & perbuatannya, manusia dalam perbuatannya ditentukan oleh Allah.” Adapun ayat-ayat yang membawa kepada paham Jabariyah adalah Al-An’am : 112 yang artinya “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan” dan As-Shaafaat : 96. (وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ) yang artinya “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
f.Aliran Qodariyah
Menurut aliran Qodariah “ Manusia memiliki kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya”. Adapun ayat-ayat yang membawa kepada pemahaman qodariyah adalah Al-Kahfi : 29 yang artinya Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang lalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek dan Ar-Ra’du : 11 yang artinya
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
KESIMPULAN
Dengan mempelajari materi kulasi Ilmu Kalam ini, mudah-mudahan dapat memberikan
sedikit pemahaman bagi mahasiswa yang membacanya. Karena Ilmu Kalam ini sangat penting untuk memahami apa-apa yang telah menjadi firqoh-firqoh di dalamnya. Jangan sampai kita ini bersifat taklid terhadap suatu pendapat firqoh saja, melainkan kita harus memahami latar belakang, maksud dan tujuan dari firqoh-firqoh tersebut.
SELESAI
ilmu kalam 2
C.SUMBER-SUMBER ILMU KALAM:
1.Al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai sumber Ilmu Kalam, Al-Qur’an banyak menyinggung hal yang berkaitan dengan masalah ketuhanan, diantaranya adalah :
a.Q.S Al-Ikhlas (112) : 3-4. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak beranak dan
diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang tampak sekutu (sejajar) dengan-Nya.
b.Q.S Asy-Syura (42) : 7. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menyerupai apapun di dunia ini. Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
c.Q.S Al-Furqan (25) : 59. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan Yang Maha Penyayang
bertahta di atas “Arsy”. Ia pencipta langit, bumi, dan semua yang ada di antara keduanya.
d.Q.S Al-Fath (48) : 10. Ayat ini menunjukkan Tuhan mempunyai “tangan” yang selalu
berada di atas tangan orang-orang yang melakukan sesuatu selama mereka berpegang teguh dengan janji Allah.
e.Q.S Thaha (20): 39. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan mempunyai “mata” yang
selalu digunakan untuk mengawasi seluruh gerak, termasuk gerakan hati makhluk-Nya.
f.Q.S Ar-Rahman (55) : 27. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan mempunyai “wajah” yang
tidak akan rusak selama-lamanya.
g.Q.S An-Nisa’ (4) : 125. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan menurunkan aturan berupa agama. Seseoarang akan dikatakan telah melaksanakan aturan agama apabila melaksanakannya dengan ikhlas karena Allah.
h.Q.S Luqman (31) : 22. Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang telah menyerahkan
dirinya kepada Allah disebut sebagai orang muhsin.
i.Q.S Ali Imran (3) : 83. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah tempat kembali
segala sesuatu, baik secara terpaksa maupun secara sadar.
j.Q.S Ali Imran (3) :84-85. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhanlah yang menurunkan
petunjuk jalan kepada para nabi.
k.Q.S Al-Anbiya (21) : 92. Ayat ini menunjukkan bahwa manusia dalam berbagai suku,
ras, atau etnis, dan agama apapun adalah umat Tuhan yang satu. Oleh sebab itu, semua umat, dalam kondisi dan situasi apapun, harus mengarahkan pengabdiannya hanya kepada-Nya.
l.Q.S Al-Hajj (22) : 78. Ayat ini menunjukkan bahwa seseorang yang ingin melakukan
suatu kegiatan yang sungguh-sungguh akan dikatakan sebagai “jihad” kalau dilakukannya hanya karena Allah SWT semata.
2.Hadits
Hadits Nabi saw. Pun banyakmembicarakan masalah-masalah yang dibahas ilmu kalam. Diantaranya adalah :
•Hadits yang artinya : “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya, Pada suatu hari ketika Rasulullah saw. Berkata bersama kaum muslimin, datanglah seorang laki-laki kemudian bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, ‘apakah yang dimaksudkan dengan iman?’ Rasul menjawab,’ Yaitu, kamu percaya kepada Allah, para malaikat, semua kitab yang diturunkan, hari pertemuan dengan-Nya, para rasul dan hari kebangkitan. ‘Lelaki itu bertanya lagi,’Wahai Rasulullah, apakah pula yang dimaksudkan dengan Islam? Rasulullah menjawab, Islam adalah mengabdikan diri kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan perkara lain, mendirikan shalat yang telah difardhukan, mengeluarkan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.’ Kemudian lelaki itu bertanya lagi,’Wahai Rasulullah! Apakah ihsan itu? Rasulullah saw menjawab, ‘Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sekiranya engkau tidak melihat-Nya, ketahuilah bahwa Dia senantiasa memperhatikanmu.’ Lelaki tersebut bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, bilakah aku tidak lebih tahu darimu, tetapi aku akan ceritakan kepadamu mengenai tanda-tandanya. Apabila seorang hamba melahirkan majikannya, itu adalah sebagian dari tandanya. Apabila seorang miskin menjadi pemimpin masyarakat, itu juga tandanta. Apabila masyarakat yang asalnya pengembala kambing mampu bersaing dalam mendirikan bangunan-bangunan mereka, itu juga tanda akan terjadi kiamat. Hanya lima perkara itu saja sebagian dari tanda-tanda yang kuketahui. Selain dai itu Allah saja Yang Maha Mengetahuinya.’ Kemudian Rasulullah saw, membaca surat Luqman ayat 34,’Sesungguhnya Allah lebih mengetahui bilakah akan terjadi hari kiamat, disamping itu Dialah juga yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim ibu yang mengandung. Tiada seorang pun mengetahui apakah yang
diusahakannya pada keesokan hari, yaitu baik atau jahat, tiada seorang pun yang
mengetahui di manakah dia akan menemui ajalnya. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi amat meliputi pengetahuan-Nya.’ Kemudian lelaki itu beranjak dari situ. Rasulullah saw terus bersabda kepada sahabatnya,’Panggil orang kembali itu.’ Lalu para sahabat mengejar kea rah lelaki tersebut dan memanggilnya kembali, tetapi lelaki tersebut telah hilang. Rasulullah saw. Pun bersabda, ‘lelaki tadi adalah Jibril a.s. kedatangnnya adalah untuk mengajar manusia tentang agama mereka.
Ada pula beberapa hadits yang kemudian dipahami sebagian ulama sebagai prediksi
Nabi mengenai kemunculan berbagai golongan dalam Ilmu Kalam.
Syaikh Abdul Qadir mengomentari bahwa Hadits yang berkaitan dengan faksi umat ini,
yang merupakan salah satu kajian ilmu kalam, mempunyai sanad yang sangat banyak.
Diantara sanad yang sampai kepada Nabi adalah berasal dari beberapa sahabat, seperti Anas bin Malik, Abu Huairah, Abu Ad-Darda, Jabir, Abu said Al-Khudri, Abu Abi Kaab, Abdullah bin Amr bin Al-Ash, Abu Ummah, Watsilah bin Al-Aqsa.
3. Pemikiran Manusia
Sebelum filsafat Yunani masuk dan berkembang di dunia Islam sendiri atau pemikiran yang berasal dari luar umat Islam.
Sebenarnya umat islam telah menggunakan rasionalnya untuk menjelaskan hal-hal yang yang berkaitan dengan ayat-ayat Al-Qur’an, terutama dengan yang belum jelas maksudnya (al-mutasyabihat). Keharusan untuk menggunakan rasio ternyata mendapat pijakan dari beberapa ayat Al-Quran, diantaranya :
Q.S Muhammad (47) : 24
أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Artinya :
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci?”
( Q.S Qaf (50) : 6-7).
أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ وَالأرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ
Artinya :
“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun?Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata.”
Ayat serupa dapat ditemukan pada An-Nahl (16) : 68-69, Al-Jaatsiyah(45) : 12-13; Al-Isra’ (17) : 44; Al-An’am (6) : 97-98; At-Taubah (9) : 122; Ath-Thariq (86) : 5-7; Al-Ghatsiyah (88) : 7-20; Shad (38) : 29; Muhammad (47) : 24; An-Nahl : 17; Az-Zumar (39) : 9; Adz-Dzariyat (51) : 47-49, dan lain-lain.
4.Insting
Secara instingtif, manusia selalu ingin ber-Tuhan dan hal ini telah berkembang sejak adanya manusia pertama. Abbas Mahmoud Al-Akkad menyatakan bahwa keberadaan mitos merupakan asal-usul agama di kalangan orang-orang primitif.Dikatakan oleh Mustafa Abdul Ar-Raziq bahwa ilmu ini bermula di tangan pemikir
Mu’tazilah, Abu Hasyim dan kawannya Imam Al-Hasan bin Muhammad bin Hanafiyah.
Orang pertama yang membentangkan pemikiran Islam secara lebih baik dengan logikanya adalah Imam Al-Asy’ari, tokoh ahli Sunnah Wal Jama’ah, malui tulisan yang terkenal yaitu Al-Maqalat.
D. AQIDAH POKOK YANG DISEPAKATI
Aqidah pokok yang disepakati maksudnya adalah aqidah yang mesti dipercayai oleh setiap muslim, yang merupakan salah satu unsure pertama dari unsure iman. Unsur pokok dari unsur keimanan adalah :
a.Wujud Allah ( Wahdaniyah, Qidam, Baqo, mukhalafatul lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi).
b.Bahwa Allah memiliki di antara hambanya dipandang layak untuk memikul risalah (rasul-rasulnya sejak dari Adam-Muhammad).
c.Adanya malaikat-malaikat, kitab-kitab suci yang merupakan kumpulan wahyu-wahyu Allah dan isi risalah Allah.
d.Mempercayai apa yang terkandung / termuat dalam risalah Tuhan itu antara lain : Iman pada hari akhir & pokok-pokok syariat.
Ke-empat unsur-unsur iman yang disepakati di atas terangkum dalam kalimat syahadat Lailahaillallah kumpulan aqidah Islam, Muhammadarrasulullah pokok-pokok syari’at.Pengakuan bahwa Allah Esa mengandung pengertian kesempurnaan aqidah tentang Allah. Pengakuan terhadap kerasulan Muhammad berarti membenarkan & meyakini dengan sempurna tentang adanya malaikat, kitab, hari akhir, pokok-pokok syari’at & hukum (Al-Baqoroh 177 dan 285).
G. AQIDAH POKOK YANG DIPERSELISIHKAN
Terjadinya perbedaan sudut pandang mengenai soal-soal yang timbul karena membahas aqidah & terjadi perbedaan tujuan / pengertian yang dipahami oleh masing-masing ulama. Padahal ilmu yang demikian itu tidak termasuk aqidah yang dibebankan agama utnuk penganutnya dan bukan pula garis pemisah antara sesame mukmin. Perbedaan pandangan banyak ditemui di kitab Tauhid & ilmu Kalam.
Misal : melihat Allah di syurga dengan mata, tentang dosa besar & tentang hal-hal yang akan terjadi di akhir zaman seperti kedatangan imam Mahdi, Dajjal, Turunnya nabi Isa, dll.
Sejarah perkembangan Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa masalah ini didebatkan untuk membentangkan aqidah-aqidah & persoalan itu menjadi lapangan ijtihad (pemikiran ulama) namun meruncing karena masing-masing mazhab / aliran Kalam mengagungkan pendapat mereka & dijadikan ukuran mana yang diterima / ditolak. Jelasnya disebabkan :
1.Tidak mempunyai dalil yang pasti & tegas. Sehingga ulama berbeda pendapat.
2.Kitab-kitab Tauhid / ilmu Kalam tidak mencakup sekedar soal-soal yang wajib di imani dengan mengungkapkan teori (pandangan) dalam hal yang tidak mempunyai alasan-alasan yang tegas & pasti.
Bersambung ke ilmu kalam 3
ilmu kalam I
A.Latar Belakang
Ketika kita berbicara mengenai ilmu kalam, harusnya lebih mengetahui apa hakekat dan faedah atau pun keutamaan dari ilmu tersebut. Sebab, bagaimana mungkin kita sebagai umat muslim ketika menyerukan kebenaran Islam tidak mempunyai ilmu ataupun dasar pemahamannya.
Jadi, ilmu pengetahuan itu lebih didahulukan sebelum beramal. Bahkan ilmu itu merupakan salah satu syarat perkataan dan perbuatan, sebab keduanya menjadi acuan tanpa adanya ilmu. Maka itu, keberadaannya lebih didahulukan daripada keduanya.
Banyak sekali bab-bab yang terdapat di dalam kitab-kitab yang dikarang berbicara tentang perhatian Islam yang begitu besar kepada ilmu, mengenai kedudukan ilmu dan ulama. Bahkan dinyatakan bahwa ulama itu adalah pewaris para Nabi. Para malaikat memayungi para penuntut ilmu dengan sayap-sayapnya karena rela dengan apa yang mereka tuntut itu. Bahwa siapa-siapa yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan kebaikan maka ia akan diberi kefahaman tentang agama. Sesungguhnya ilmu yang benar itulah yang menunjukkan jalan kepada keimanan, dan keimanan yang benar ialah yang membukakan jalan kepada ilmu.
Dinyatakan ilmu lebih utama dai ibadah, lebih utama pula dar pada jihad. Bahwasanya ilmu yang dikehendaki oleh Islam adalah ilmu dunia dan akhirat, ilmu ketuhanan, ilmu tentang kehidupan, ilmu eksperimental dan semua cabang ilmu yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan.
Dapat kami simpulkan bahwa ilmu itu adalah suatu syarat sebelum melakukan sesuatu atau menerapkannya. Sedangkan ilmu Kalam adalah pengantar kepada pemahaman yang lebih luas dalam Ilmu Agama. Dalam memahami Ilmu Agama, langkah pertama dalam
mempelajari ilmu agama adalah dengan cara memahami Aqidah-aqidah pokok yang diajarkan oleh Qur’an dan Hadits, serta memahami perkembangan pemikiran Para ulama dimasa lalu yang kesemuanya itu telah menjadi kajian dalam Ilmu Kalam.
Adapun tujuan utama dari ilmu kalam adalah untuk menjelaskan landasan keimanan umat Islam dalam tatanan yang filosofis dan logis. Bagi orang yang beriman, bukti mengenai eksistensi dan segala hal yang menyangkut dengan Tuhan yang ada dalam al-Qur’an, Hadits,ucapan sahabat yang mendengar langsung perkataan Nabi dan lain sebaganya, sudah cukup. Namun tatkala masalah ini dihadapkan pada dunia yang lebih luas dan terbuka, maka dalil-dalil naqli tersebut tidak begitu berperan. Sebab, tidak semua orang meyakini kebenaran al-Qur’an dan beriman kepadanya. Karenanya diperlukan lagi interpretasi akal terhadap dalil yang sudah ada dalam al-Qur'an tersebut untuk menjelasakannya. Awalnya perbincangan mengenai teologi ini hanyalah debat biasa sebagai diskusi untuk mempertajam pemahaman keIslaman, namun lama-kelamaan ia membentuk sebuah kelompok pro-kontra yang berujuang pada kebencian, permusuhan dan bahkan peperangan.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah meteri kulasi ini adalah :
•Apakah ilmu Kalam itu ?
a.Bagaiamana objek kajian ilmu Kalam itu ?
b.Faktor apa yang menyebabkan munculnya ilmu Kalam ini ?
c.Firqoh-firqoh apa saja dalam ilmu Kalam ini ?
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN RUANG LINGKUP ILMU KALAM
Ilmu Kalam adalah salah satu dari empat Ilmu Ke-Islaman yaitu : Ilmu Kalam, Fiqih, Tasawuf dan Filsafat. Kajian Ilmu Kalam terfokus pada aspek-aspek ketuhanan dan derivasinya (bentuk-bentuknya). Karena itu sering disebut Teologi Dialektika, Rasional.
Adapun beberapa pendapat ahli mengenai Ilmu Kalam.
•Tidak ada suatu cabang ilmu yang di dalamnya paling banyak pertentangan dan paling banyak perbedaan pendapat selain Ilmu Kalam (Hassan Hanafi).
•Ilmu Kalam tidak memuaskan orang pintar dan tidak memberi manfaat kepada orang bodoh (Hassan Hanafi).
•Setiap orang yang ingin menyelami seluk-beluk agamanya secara mendalam, perlu mempelajari teologi yang terdapat dalam agama yang dianutnya (Harun Nasution).
Pengertian secara harfiah kata Kalam berarti pembicaraan. Tetapi bukan dalam arti sehari-hari ( ngobrol ) melainkan dalam pengertian “Pembicaraan yang bernalar & menggunakan logika”. Maka ciri utama Ilmu Kalam adalah rasionalitas & Logic. Sehingga ia erat dengan ilmu mantiq/logika. Masing-masing ulama Kalam/Mutakallimiin memberikan batasan / ta’rif Ilmu Kalam berbeda-beda sesuai dengan argumentasi masing-masing.
1.Menurut Al-‘Iji Ilmu Kalam adalah ilmu yang memberi kemampuan untuk menetapkan aqidah-aqidah agama (Islam) dengan mengajukan argumen-argumen untuk melenyapkan keraguan.
2.Menurut Ibnu Kholdun Ilmu Kalam adalah Ilmu yang mengandung argumen-argumen rasional untuk membela aqidah-aqidah imaniah & mengandungpenolakan terhadap golongan bid’ah yang di dalam aqidah menyimpang dari mazhab salaf & ahlussunnah.
3.Menurut Achmad Fuad Al-Ahwani Ilmu Kalam adalah memperkuat aqidah-aqidah agama dengan argumen-argumen rasional.
B. Materi Kajian Ilmu Kalam
1. AQIDAH ISLAM
Aqidah Jama’ dari aqoid artinya apa yang dapat diyakini atau dipercayai oleh hati manusia. Sehingga para ulama Kalam banyak mengarang buku yang berpautan dengan Ilmu
Kalam memberi judul Aqidah antara lain :
•Ibnu Taymiyah : Aqidah Ahlussunnah
•Almaturidiyah : Risalah bil Aqoid
•Al Ghazali : Al Iqtishod Fil I’tiqod
2. SEBAB-SEBAB PENAMAAN
Adapun ilmu ini dinamakan ilmu Kalam, disebabkan :
a.Persoalan yang terpenting yang menjadi pembicaraan pada abad-abad permulaan hijriah ialah apakah Kalam Allah (Al-qur’an) itu qadim atau hadits.
b.Dasar ilmu Kalam ialah dalil-dalil fikiran dan pengaruh dalil fikiran ini tampak jelas dalam pembicaraan para mutakallimin. Mereka jarang mempergunakan dalil naqli (Al-Qur’an dan hadits), kecuali sesudah menetapkan benarnya pokok persoalan terlebih dahulu berdasarkan dalili-dalil fikiran.
c.Dinamakan Ilmu Kalam karena pembicaraan tentang Tuhan dibahas dengan logika. Maksudnya menggunakan dalil-dalil aqliyah ; dari permasalahan masalah sifat-sifat kalam bagi Allah.
Ilmu ini kadang-kadang juga disebut :
1. Ilmu Ushuluddin
Ushûl jamak dari ashl = dasar. Karena itu, ushûl al-dîn = dasar-dasar agama.Dalam Islam, yang paling mendasar adalah syahadat yang mencakup Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw. Karena itu, Ilmu Ushuluddin mendalami segala hal tentang Allah dan Muhammad. Ilmu ini dinamakan ilmu Kalam karena terfokus pada pokok-pokok agama Islam berpokok pada aqidah / keyakinan.
2. Ilmu tauhid
Tawhîd berasal dari kata wahhada yang artinya mengesakan. Tawhîd artinya pengesaan. Ilmu ini adalah ilmu yang membahas segala hal tentang Allah Swt. dalam rangka mengesakan-Nya. Karena masalah ke-Esa-an Allah adalah salah satu bagian dari masalah aqidah.
3. Teologi
Teologi Islam merupakan Istilah lain ilmu kalam, yang diambil dari bahasa Inggris, theology. Wiliam L. Reese mendefinisikannya dengan discourse or reason concerning God (diskursus atau pemikiran tentang Tuhan). Dengan mengutip kata-kata William Ockham, Reese lebih jauh mengatakan, “Theology to be a discipline resting on revealed truth independent of both philosophy and science.” (Teologi merupakan ilmu yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independesi filsafat dari ilmu pengetahuan). Sementara itu, Gove menyatakan bahwa teologi adalah penjelasan tentang keimanan, perbuatan, dan pengalaman agama secara rasional.
4. Ilmu Jaddal, karena ilmu ini memperdebatkan keadaan Allah berdasarkan akal.
bersambung ke Ilmu Kalam 2
Sabtu, 31 Juli 2010
Assalamualaikum Wr. Wb
welcome to my blog fren,,sorry yc msh pemula jd blogx msh berantakan,,he...
kali ini saya cuma pengen memeperjelas saja cara mendaftar di Readbud.com gitu...
oke..langsung pada itinya adapun hal pertama yang harus kita lakukan yaitu :
1. Daftar Readbud di sini
2. Setelah mendaftar cek email anda untuk konfirmasi
3. login ke account anda
4. Lalu klik Interest ( pilih kategori bacaan yang anda sukai )dalam hal ini kita dapat setiap saat menggantinya, biar lebih banyak lagi artikel yang kita dapat,
5. untuk mendapatkan earning dari Readbud klik Articles
6. setelah artikel terbuka ( anda bisa lihat harga artikel yang diberikan ) kemudian klik Open articles, sedikit tips untuk hal ini yaitu sebaiknya anda jangan terlalu cupat memberikan Rating terhadap artikel tersebut karena akan menyebabkan berkurangnya artikel yang masuk, jadi ditunggu bentaranlah...
7. kemudian klik Rate this articles untuk nge-rate artikel tersebut ( dengan dengan klik gambar bintang ) tugas anda selesai.
8. untuk melihat aerning, klik home maka akan kelihatan jumlah earning yang telah anda kumpulkan.
oke...mungkin itu yang dapat saya info kan untuk kali ini, untuk lebih jelasnya bisa di baca kq di Readbud.com nya langsung,,
Selamat berburu Dollar dan terimakasih telah berkunjung...